Kala senja berwarna jingga
Aku terpaku menatap derita
Yang terbentang di seberang samudera
Tempat kembara kasih tercinta
Relung-relung malam, gulita tanpa jeda
Tangis petir menjelma bidadari getir
Tersedu-sedu dalam bui derita kalbu
Akankah senja jingga bercahaya?
Debur ombak kian menepi, mengelus bibir pantai
Menyapa butiran pasir yang duka
Membawa cerita nostalgia cinta
Kenangkan aku pada masa jaya
Ketukan nada sumbang dilantunkan
Sebagai bukti kekecewaan
Pada waktu yang membawa jemu
Pada hari tangisan negeri
Dan senja yang hadir tanpa cahaya
Senja...
Terbahak-bahak namun bukan tertawa
Tersenyum namun tanpa bahagia
Tersungkur dalam lembah derita
Mabuk asmara penantian yang tertunda
Inilah senja tanpa cahaya
Bak pemuda kehilangan gadisnya
Laksana pantai kehilangan pesona
Kutub gersang, gurun banjir
Lahirlah generasi yang tidak berfikir
Kala senja berwarna jingga
Gulita tanpa cahaya
Musnahlah asa dan cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar