Rabu, 25 Desember 2013

Surat 1

Pangandaran, 25 Desember 2013

Dear Putra, Putriku yang Shalih dan Shalihah
Di Lauhul Mahfudz-Nya yang Maha Indah

Assalamu’alaikum Wr. Wb, Anakku… 

Nak, surat ini mamah tulis jauh-jauh hari sebelum engkau ada di dalam rahim mamah, bahkan mamah sendiri belum mengenal papamu yang shaleh itu. Tapi semoga ketika jemari mamah mulai menari di atas keyboard ini dapat sedikit mengobati kerinduan mamah pada tawamu yang selalu membayangi mamah meskipun sebenarnya mamah belum pernah sekalipun melihat senyummu itu (sekali lagi karena engkau masih berada dalam dekapan-Nya). 

Mamah hanya ingin berbagi apa yang tengah mamah rasakan saat ini, Nak. 

Sudah sebulan ini nenekmu selalu bertanya kapan mamah akan mengakhiri masa lajang mamah. Kamu percaya, Nak? Pertanyaan itu selalu menjadi pokok bahasan yang paling menarik setiap hari. Bahkan nenek sangat berperan penuh untuk segera mempertemukan mamah dengan papamu. Bukan hanya itu, nenek sekarang sedang berencana mengajak mamah ke saudara mamah yang ada di Tasik sebagai upaya mengoptimalkan ikhtiar untuk menemukan pasangan tulang rusuk mamah itu. He… 

Nenek so sweet yah, Nak…!? ^_^ 

Meskipun mamah belum tahu siapa papamu itu, tapi kamu jangan khawatir ya, Sayang. Karena mamah tahu papa kamu adalah seorang mujahid sejati yang tentunya sangat dicintai Allah. Papah kamu adalah sosok tangguh yang penuh tanggung jawab, bahkan sesibuk apapun papamu dalam mengemban amanah yang maha besar, papa tidak pernah melupakan kita. Papa sangat mencintai mamah dan juga kamu. Papa adalah pemuda yang selalu menjaga kehormatannya agar tidak tersentuh oleh yang bukan mahramnya. Papa sangat setia kepada kita, Nak. Itulah yang membuat mamah selalu merasa bangga pemuda yang belum mama ketahui itu. 

Mungkin kamu heran mengapa mamah bisa bilang begini padahal kamu sangat tahu mama belum tahu siapa yang akan menjadi papamu. Iya, Anakku, karena mamahpun begitu. Karena mamah juga sangat mencintai papamu dan sesibuk apapun mamah nantinya sebagai seorang guru dan designer seperti yang selama ini mamah cita-citakan, mamah akan tetap lebih mengutamakan keluarga, yaitu kamu dan papamu. Bukan hanya itu, Sayang, selama ini meskipun tidak dapat dipungkiri betapa banyak godaan kesenangan yang ada di sekeliling mamah, tapi mamah juga selalu menjaga kehormatan mamah dan menjaga diri mamah agar tidak tersentuh oleh yang bukan mahram mamah. Semua ini mamah lakukan semata-mata hanya ingin mempersembahkan yang terbaik untuk papamu. 

Sayang, jika harus jujur selama ini bukan hanya nenek yang ingin segera mengenal papamu, tapi sebenarnya mamah juga sangat merindukan kehadiran papamu, Sayang. Mamah sangat ingin segera bertemu dengannya. Agar mamah bisa segera mewujudkan mimpi-mimpi besar mamah untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah dan harmonis bersama papamu, dan setelah itu kami akan menemukan sebuah anugerah terindah yaitu menyambut kehadiranmu di dalam rahim bunda hingga kamu lahir kelak dan menjadi kebanggaan kami semua. 

Tentunya mimpi mamah bukan hanya untuk kebahagiaan mamah sendiri, Nak. Tapi juga untuk kakek dan nenekmu. Kamu tahu? betapa besar harapan nenek untuk segera menimang cucu dari mamah, menimang kamu, Nak. ^_^ 

Jika kamu sudah lahir di tengah mamah dan papa, kamu nanti akan tahu siapa nenek yang mamah maksud itu, Nak. kamu pasti akan sangat bangga padanya. 

Apabila di dunia ini ada wujud dari sebuah kesempurnaan, itulah nenekmu, Sayang. Nenek adalah seorang ibu yang rela mempertaruhkan nyawanya hanya untuk melahirkan mamah, dia sangat menyayangi mamah lahir dan bathin. Nenek tidak pernah lupa menyebut nama mamah di dalam doa-doa tulusnya, terutama yang paling sering dibisikannya kepada Allah adalah mendoakan mamah untuk segera menemukan pasangan hidup terbaik yang tampan, mapan dan beriman agar bisa menuntun mamah dan kamu dalam jalan yang Dia ridhai. Mamah tidak hanya sekedar tahu isi doa nenek yang tersembunyi itu, Nak, tapi juga bisa merasakannya. Merasakan kedamaian atas doa-doa sucinya. Mamah akan banyak belajar darinya agar kelak kamu juga bangga pada mamah, mamah yakin itu juga yang sedang papamu lakukan. Mempersiapkan diri. 

Sayang, Insya Allah, tidak akan lama lagi mamah akan bertemu dengan papamu. Meskipun mamah belum tahu akan dipertemukan melalui skenario seperti apa, tapi mamah yakin akan secepatnya. Doakan semuanya berjalan lancar yah, Nak. agar kamu dapat segera mewarnai hidup mamah. Mamah yakin, papa kamu juga memiliki harapan yang sama. 

Sayang, udah dulu yah… 

Sekarang di rumah lagi ada Teh Rika, Mamah mau ngajak Teh Rika main dulu yah. ^_^ 

Sssssttttt… Sayang, jangan cemburu gitu. Mamah bukannya pilih kasih atau tidak ingin lebih lama bercerita denganmu, tapi dari tadi Teh Rika mencoba mencari perhatian mamah nih, masa mamah sibuk dengan laptop mamah terus... he... 

Iya, Sayang. Insya Allah nanti mamah memperkenalkan Teh Rika sama kamu. ^_^ 

Istirahat yang cukup bersama-Nya yah, Sayang. Tunggu sampai mamah dan papa datang menjemput dengan cara terbaik yang Allah tuliskan untuk kita. Setelah halal tertulis di dalam suratan terindah mamah dan papa. 

Met malem, Sayang... 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb. 
 Cinta mamah selalu untukmu.

Tidak ada komentar: